Kamis, 01 Maret 2012

Ciri khas Alam Indonesia yang Perlu diperhatikan untuk Kegiatan Pertambangan


Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asiadan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara.
Indonesia Sangat Kaya akan sumber daya alam yang menjadi cadangan devisa saat ini dan akan datang. Untuk batubara, Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menyebutkan, Indonesia merupakan pengekspor batubara terbesar kedua setelah Australia. Berdasarkan data IEA, di tahun 2009 Indonesia mengekspor batubara sebesar 261,4 juta ton, sementara Australia mengekspor batubara 288,5 juta ton.
Selain Australia dan Indonesia terdapat sejumlah negara lain yang juga menempati posisi dalam top coal exporters list, yaitu Rusia (130,9 juta ton), Kolombia (75,7 juta ton), Afrika Selatan (73,8 juta ton), Amerika Serikat (60,4 juta ton), China (38,4 juta ton), dan Kanada (31,9 juta ton).
Menurut World Energy Council dalam Survey of Energy Resources-2010, cadangan batubara terbukti dunia terbesar terdapat di Amerika Serikat, Rusia, China, Australia, dan India. Amerika Serikat menempati tempat teratas dengan total cadangan batubara 237.295 juta ton (22,6% cadangan dunia), Rusia menempati tempat kedua dengan 157.010 juta ton (14,4% cadangan dunia), menyusul Cina dengan cadangan sebesar 114.500 juta ton (12,6% cadangan dunia), kemudian Australia dengan cadangan terbukti 76.500 juta ton (8,9% cadangan dunia), dan posisi ke-5 diisi oleh India dengan 60.600 juta ton (7% cadangan dunia), sementara Indonesia hanya menempati urutan ke-14 dengan jumlah total cadangan terbukti 5.529 juta ton (0,6% dari total cadangan batubara dunia).
Melihat kondisi di atas maka perlunya kita sebagai bangsa Indonesia mencermati dan memperhatikan kondisi alam Indonesia yang merupakan asset berharga bagi Negara, agar tidak merugikan bangsa sendiri. Kondisi alam Indonesia dapat dilihat pada ilustrasi berikut.




  • Negara Kepulauan (bahasa Inggris: “archipelagic State) adalah suatu Negara yang seluruhnya terdiri dari satu gugus besar atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain, gugusan kepulauan berarti suatu kesatuan geografi dan politik yang hakiki, atau secara historis telah dianggap sebagai satu kesatuan.Sebab itu, Wilayah Indonesia Merupakan wilayah yang luas dan kaya akan Sumber Daya Alam.
  • Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan-hutan ini didapati di Asia, Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest. Dengan Kata Lain, hanya sedikit hujan hutan tropis di dunia ini, dan salah satunya ada di Indonesia, bahkan sebagai hutan hujan tropis terbesar kedua setelah hutan amazon.
  • Masyarakat Agraris adalah masyarakat yang sangat bergantung dengan alam untuk penghidupannya. Mata pencaharian penduduk yang memiliki corak sederhana biasanya sangat berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian, perkebunan, dan peternakan.
  • Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dandelta Mamberamo di Irian. Bandingkan dengan Negara Tambang lain misalnya Brazil dengan curah hujan rata-rata 1000 mm, Australia dengan curah hujan rata-rata 600 mm, atau Chili dengan curah hujan rata-rata hanya 0,77 mm.
  • Shallow Deposit atau Endapan dangkal , Di Indonesia dapat dikatakan cadangan batubara relatif dangkal. Hanya dengan Lapisan penutup beberapa meter saja sudah dapat memperoleh batubara. Hal ini tentu akan menguntungkan bagi pengusaha, tetapi tetap harus menjadi perhatian serius dengan banyaknya investor yang masuk ke Indonesia.
  • Keanekaragaman hayati atau biodiversitas (Bahasa Inggris: biodiversity) adalah suatu istilah pembahasan yang mencakup semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, yaitu mencakup gen, spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme serta ekosistem dan proses-proses ekologi dimana bentuk kehidupan ini merupakan bagiannya. Dapat juga diartikan sebagai kondisi keanekaragaman bentuk kehidupan dalam ekosistem atau bioma tertentu. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis. Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata di bumi; wilayah tropis memiliki keanekaragaman hayati yang lebih kaya, dan jumlah keanekaragaman hayati terus menurun jika semakin jauh dari ekuator. Sebab itulah, tingkat keanekaragaman Hayati di Indonesia sangat tinggi dan harus kita lestarikan.
Dari Uraian di atas, maka hendaknya kita dapat bersikap bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Indonesia dan selalu berupaya menghemat penggunaan energi yang tak terbarukan, agar dapat dinikmati generasi penerus. Salam Tambang.

Dikutip dari :  Berbagai Sumber.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar